Gas Pada Lampu Pijar

Gas Pada Lampu Pijar – Lampu pijar merupakan sumber cahaya buatan yang diperoleh melalui penyaluran arus listrik dan melalui filamen kemudian memanas dan memperoleh cahaya.

Gas Pada Lampu Pijar

Kaca yang menutupi filamen panas itu menghalangi udara untuk berkaitan dengan filamen tersebut sehingga filamen tidak langsung rusak akibat dari oksidasi. Lampu pijar dijual dengan berbagai bentuk dan tersedia untuk tegangan kerja yang bermacam – macam mulai dari 1,25 volt sampai 300 volt.

Energi listrik yang dibutuhkan oleh lampu pijar untuk menghasilkan sinar yang terang lebih besar dibanding dengan sumber sinar buatan lainnya seperti lampu pendar dan diode cahaya, secara bertahap beberapa negara peredaran lampu pijar sudah mulai dibatasi.

Selain digunakan cahayanya lampu pijar juga menghasilkan panas yang biasa digunakan sebagai pemanas untuk kandang ayam, dan pemanas inframerah pada proses pemanasan di bidang industri.

Sejarah lampu pijar dimulai dengan ditemukannya kumpulan volta oleh Alessandro Volta. Sir Humphry Davy memperlihatkan bahwa arus listrik bisa memanaskan seuntai logam tipis sampai menyala putih pada tahun 1802.

Dengan menempatkan sebuah kumparan logam mulia platina di dalam sebuah tabung setelah itu membiarkan aliran arus listrik melaluinya, Warren De la Rue merancang sebuah lampu.

Namun harga logam platina yang tinggi menghambat penggunaan penemuan ini untuk lebih lanjut. Elemen karbon sempat dipakai, tapi karbon bisa teroksidasi di udara dengan cepat. oleh sebab itu, cara untuk mengatasinya dengan menempatkan elemen pada vakum.

Seorang penemu bernama Thomas Alva Edison dari Menlo Park, Amerika Serikat mulai ikut dalam merancang lampu pijar pada tahun 1870-an. Dengan memakai elemen platina, Edison memperoleh paten yang pertama di bulan April 1879.

Rancangan ini tidak praktis tapi Edison tetap berusaha mencari elemen lainnya yang bisa dipanaskan secara ekonomis dan juga efisien. Sir Joseph Wilson Swan juga menciptakan lampu pijar yang bisa bertahan selama 13,5 jam, pada tahun yang sama seperti Thomas Alva Edison.

Rata – rata filamen lampu pijar yang diciptakan saat itu putus dengan waktu yang singkat sehingga tak berarti secara komersial. Edison bisa menyalakan lampu yang bertahan sampai 40 jam dengan mencoba kembali memakai untaian karbon yang ditempatkan pada bola lampu hampa udara untuk mengatasi kendala tersebut dan pada tanggal 19 Oktober 1879.

Selubung gelas yang menyelubungi rapat filamen sebuah lampu pijar disebut bola lampu. Jenis bentuk bola lampu yaitu seperti bentuk bola, bentuk jamur, bentuk lilin, dan bentuk lustre. Warna bola lampu yaitu bening, warna susu, dan warna merah, hijau, biru, atau kuning.

Gas mulia bertekanan rendah seperti argon, neon, kripton, dan xenon atau gas yang memiliki sifat tidak reaktif seperti nitrogen yang membuat filamen tidak akan teroksidasi adalah termasuk gas yang digunakan untuk mengisi bagian dalam lampu.

Sebagai informasi gas detector adalah salah satu alat yang tepat untuk mendeteksi kebocoran gas. Apabila anda ingin mencari tempat yang jual gas detector anda bisa mencari serta membelinya di alat ukur Indonesia.

Konstruksi lampu halogen juga memakai prinsip yang sama seperti lampu pijar biasa, perbedaannya ada pada gas halogen yang dipakai untuk mengisi bola lampu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *